SEJARAH DESA

SEJARAH DESA SARWODADI :

Penamaan/Nomenklatur Desa Sarwodadi berdasarkan adat istiadat secara turun temurun sudah ada sejak zaman kerajaan mataram dan menurut sesepuh masyarakat Desa Sarwodadi, sebelum menjadi nama Desa Sarwodadi, pada zaman mataram adalah Desa Karang sembung, diambil dari dua kata Karang dalam istilah jawa “karangan” mengandung pengertian “Pekarangan/halaman” dan kata Sembung dalam istilah jawa diambil dari “wit sembung” mengandung pengertian “Pohon Sembung” dimana Pohon tersebut biasa digunakan oleh masyarakat zaman dahulu sebagai obat untuk menghilangkan nyamuk dan hama tanaman padi, jadi “Desa Karang sembung“ mengandung pengertian Desa yang terletak di sebuah “Pekarangan/Halaman yang banyak Pohon Sembung “

Namun Demikian Nama Desa Karang Sembung lebih dikenal dengan sebutan Desa “Limbung” mengandung pengertian “Lambang atau tanda” dan menurut cerita para sesepuh/ orang tua, dinamakan limbung, pada waktu zaman dahulu Desa karang sembung sering terjadi pencurian dan perampokan, tetapi dengan kedatangan Orang Tua yang tak dikenal, yang selalu mengelilingi desa, dan disaat kepergiannya  orang tersebut menancapkan sebuah “teken/Tongkat” yang terbuat dari “Pring ampel/Bambu Kuning” desa menjadi aman, sehingga Teken/tongkat itulah sebagai Tanda/Lambang Keamanan dan kesejahteraan masyarakat, dengan istilah “limbung”  dibuktikan dengan adanya Pepunden/Panembahan “ Kyai Jaga Limbung di Igir Sareh dan Pepunden/Panembahan Santri Mujung”  hingga sekarang  nama limbung tidak hilang dalam lidah masyarakat.

Setelah Kemerdekaan Indonesia  Pada Tahun 1946 -an dibawah kepemimpinan/lurah Bapak KASIWAN alias SIBAN, nama Desa Limbung, dengan pengertian “lambang/tanda”, diperbaharui berdasarkan Musyawarah, menjadi “ Desa Sarwodadi ” diambil dari istilah jawa yaitu “ Serba Dadi “ Karena pada waktu itu Petani dalam bercocok tanam serba dadi sehingga warga dengan pertaniannya merasakan “ Gemah Ripah Loh Jinawi ” Sehingga nama “ Sarwodadi ” dengan istilah jawa “ Serba Dadi “ dalam arti Indonesia “ serba jadi “ mengandung pengertian  jawa ”Krenteging Ati Nyata Ning Rupa” yaitu “ segala yang dicita-citakan akan terwujud”. Sehingga Nama “ Desa Sarwodadi “ sampai dengan sekarang tetap dilestarikan. Namun secara formal nama Sarwodadi belum diketahui dibakukan dalam bentuk peraturan perundang-undangan misalnya peraturan daerah, walaupun demikian nama Desa Sarwodadi telah diakui secara administratif sebagai salah satu nama desa dari 211 desa yang ada di Kabupaten Pemalang.

Pada Tanggal 23 Desember Tahun 1988 Desa Sarwodadi dilanda bencana banjir, sehingga pada tahun 1989 berdasarkan musyawarah bersama untuk menanggulangi hal tersebut terjadi kembali, maka Desa Sarwodadi diadakan Bedol Desa/Pindah Lokasi ke wilayah paling ujung Barat Desa Sarwodadi yaitu menempati Tanah Bengkok Kepala Desa dan Perangkat Desa.